Assalammualaikum Wr.Wb

Sudah lama tidak membuka blog ini, dan akhirnya sekarang ingin mencurahkan isi hati sedikit (curhat ceritanya) hehehe😀.
Kita semua pasti tahu kan belakangan ini sudah banyak berita beredar diberbagai media tentang Kenaikan BBM? dan Yup!! akhirnya pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM lagi, dan rencananya pun akan dimulai pada awal bulan April nanti.. dan kemungkinan harga BBM Premium harganya akan mencapai Rp 6000,- per liternya.. Hmm setujukah anda semua dengan keputusan tersebut? Menurut saya banyak orang yang tidak menyetujuinya, jujur saya pribadi juga sangat tidak setuju.. secara gitu saya seorang mahasiswa (dengan uang pas-pasan) kekampus naik motor jauh pula, otomatis beban akan semakin berat dan harus bisa mengirit-irit pemakaian BBM tersebut kan😦 memang sih disisi lain juga tujuan dari negara Indonesia menaikkan BBM ini untuk menjaga perekonomian negara, tapi apa tidak ada cara yang lain? tidak ada cara yang lebih baik? tanpa harus membuat masyarakatnya sengsara. Dalam hal ini siapa ya yang merasa diuntungkan, yang pasti bukan masyarakatnya dong yaa. Kalau sudah begini, apa gunanya diadakan BBM bersubsidi? toh sekarang harganya malah semakin melonjak naik kan. Otomatis dengan kata lain, BBM naik = membunuh para buruh! dan pasti inflasi ini akan berdampak banyak juga pada keadaan sosial, harga-harga makanan pokok, dan kebutuhan hidup lainnya.
Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, mengatakan, meski kenaikan harga bahan bakar minyak akan diberlakukan April mendatang, BI optimistis tidak mengubah BI Rate sebesar 5,75 persen. Alasannya, dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi hanya akan terasa di awal. Namun, dalam waktu 3-4 bulan inflasi akan kembali mereda.
“Harga BBM berubah. Tetapi, kami juga memperkirakan bahwa inflasi itu akan berlangsung tidak berapa lama. One shock saja,” kata Darmin di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 9 Maret 2012.
Walaupun terbawa juga dalam inflasi year on year. Menurut dia, itu hanya metode. Oleh karena itu, BI Rate tidak perlu diubah. “BI Rate itu adalah jangkar untuk inflasi dan ekspektasi inflasi ke tahun depan,” ujar dia.
Darmin menjelaskan, hingga akhir 2012, inflasi akan tetap berjalan normal, yakni akan kembali sesuai target pemerintah, 4,5 persen ± 1 persen.
Kendati demikian, dalam waktu pendek, inflasi akan naik di antara 6,8 hingga 7,1 persen, sesuai dengan harga kenaikan harga BBM. Jika harga BBM bersubsidi naik Rp1.500, inflasi sebesar 6,8 persen. Namun, jika harga BBM naik Rp2.000, inflasi naik hingga 7,1 persen.
Untuk menyiasati kenaikan harga BBM, BI akan berupaya untuk mengendalikan likuiditas jangka pendek. Hal ini bertujuan untuk mendorong agar yield dari Surat Berharga Negara (SBN) sedikit meningkat.
Lalu Gubernur DKI Jakarta bapak Fauzi Bowo berkata “Saya sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran Pemda DKI memperhitungkan bersama dengan Kadin, pelaku perekonomian swasta untuk memperhitungkan dampak-dampak yang harus dikendalikan dan dihitungkan kepada masyarakat”. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah dengan mengamankan jalur-jalur logistik baik bahan pangan ataupun bahan bangunan agar tidak tersendat dan mengakibatkan bertambahnya ongkos pengiriman. “Karena kan itu semua terkait,” kata Fauzi. Fauzi Bowo juga mengatakan bahwa usaha antisipasi dampak kenaikan BBM tersebut tidak hanya melalui pasar murah semata, namun menjaga stok kebutuhan pangan agar meski harga naik, namun seluruh kebutuhan masyarakat terjamin. “Stok beras harus cukup juga, kemudian jalur-jalur suplai sayuran dan juga jalur suplai kebutuhan pokok lainnya harus diamankan.
Sebagaimana diberitakan, dalam satu minggu terakhir, beberapa jenis bahan pangan di beberapa daerah telah mengalami peningkatan, salah satunya di Depok, Jawa Barat. Harga cabai rawit merah dalam tiga hari terakhir, sebelumnya Rp 20.000 per kilogram, menjadi Rp 35.000 per kilogram. Begitu juga dengan cabai keriting, dalam seminggu ini sudah dua kali naik, sebelumnya Rp 18.000 dan dua hari lalu Rp 20.000 per kilogram.
Ya dan akhirnya, semoga saja dengan terjadinya kenaikan harga BBM ini kita semua dapat lebih berhati-hati dengan pengeluaran kita untuk keadaan ini. Lebih bisa mengirit-irit untuk kebutuhan sehari-hari.

Wassalammualaikum Wr.Wb