Poligami itu menurut saya wajar-wajar saja dan di negara kita Indonesia inipun dibolehkan untuk kaum pria bila ingin berpoligami. Sebelum itu, kita harus pahami dulu apa yang dimaksud dengan poligami. Poligami itu artinya adalah suami yang mempunyai istri lebih dari satu. Dan dalam antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan) sekaligus pada suatu saat. Namun Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok (bahasa Inggris : group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri). Ketiga bentuk poligami tersebut ditemukan dalam sejarah, namum poligini merupakan bentuk yang paling umum terjadi. Walaupun diperbolehkan dalam beberapa kebudayaan, poligami ditentang oleh sebagian kalangan. Terutama kaum feminis menentang poligini, karena mereka menganggap poligini sebagai bentuk penindasan kepada kaum wanita. Yang saya tahu itu jika suami berpoligami itu pastinya nanti akan menimbulkan masalah-masalah didalam rumah tangganya (kecuali kalau istri mengizinkan). Masalahnya itu diantara lain, suami cenderung lebih sering pulang kerumah istri muda (istri yang ke-2) dibandingkan pulang kerumah istri pertama, lalu buat istri yang kedua akan adakah kebahagiaan yang didapat? Ada. Kalau ketidakbahagiaan? Banyak. Misalnya anak yang lahir dari pernikahan kedua itu tidak dapat membuat akte lahir karena tidak ada surat nikahnya. Ada juga tidak bisa masuk tunjangan karna bukan anak sah secara negara (melainkan sah secara agama), serta pasti nantinya akan muncul ketidakcocokan yang akhirnya menimbulkan penyesalan dan bukan hanya pertengkaran.

Ada juga beberapa masalah yang akan timbul pada istri yang dipoligami (istri pertama) antara lain, yaitu sang istri selalu berpikir negatif, marah-marah, kalut, gelap mata, gelap hati, berkata kasar, emosi yang berlebihan, dll. Saya mempunyai beberapa opini tentang adanya “poligami” ini. Menurut saya, pria yang bermuka jelek itu belum tentu setia loh. Intinya adalah seberapa jauh wanita bisa mengenali calon suaminya sebelum nantinya beranjak ke jenjang pernikahan. Setidaknya dari awal wanita bisa pastikan kalau dia tidak akan pernah berpoligami, dengan cara menanyakan langsung kepada calon suami  bahwa si wanita tidak setuju dan tidak merestui poligami dan si wanita akan sangat marah, kecewa, sedih, dan sakit hati apabila ternyata nantinya sang suami menikah lagi dengan wanita lain. Karena fakta yang pernah saya lihat juga dilingkungan sekitar, jenis pria yang berwajah buruk, bertattoo, miskin, katro, dll belum tentu menjamin dia nantinya akan setia. Melainkan sebaliknya, banyak orang tampan, cakep, ganteng, dll didunia yang setia kepada pasangannya. Semua juga dipengaruhi oleh sifat asli yang ada pada diri masing-masing dan godaan syaiton nirojim. Yang saya tidak mengerti kenapa selalu berpikir untuk poligami ya? Padahal kan kalau hubungan yang indah harus saling mempercayai satu sama lain. Memang sih terkadang muncul stigma negatif dalam hubungan yang seharusnya dilandasi oleh perasaan cinta kasih. Satu hal mungkin yang selalu menjadi perselisihan hingga mengakibatkan berbagai macam masalah. IKHLAS.. yap, ikhlas itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, atau menunjuk dengan jari telunjuk, jempol atau hal-hal mudah lainnya. Tetapi ikhlas mungkin bisa mengurangi perselisihan, pertengkaran, dll. Pokoknya pesan sedikit saja, kalau bisa buat para wanita carilah calon suami yang tahan nafsu, tahan godaan, ingin masuk surga, pemuda soleh, dll yang bisa meyakinkan kalau dia bukan pria yang hanya memikirkan nafsu syahwat saja. Tapi tidak lupa juga, tentu saja para wanita yang kelak menjadi istrinya harus memberikan kebahagiaan lahir dan batin kepada sang suami agar ia tidak ingin menduakan kalian. Semoga bermanfaat😀